Bunga Majemuk Berbatas (infloscentia cymosa atau inflorecentia
centrifuga, inflorecentia definite) adalah bunga majemuk yang ujung
ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai
pertumbuhan yang terbatas. Ibu tangkai ini dapat pula bercabang-cabang, dan
cabang-cabang tadi seperti ibu tangkainya juga selalu mendukung suatu
bunga pada ujungnya. Pada bunga majemuk berbatas bunga yang mekar dulu ialah
bunga yang terdapat di sumbu pokok atau ibu tangfkainya, jadi tengah ke pinggir
( jika dilihat dari atas), oleh sebab itu dinamakan : inflorecentia
centrifuga
Berdasarkan
jumlah cabang pada ibu tangkai, Bunga Majemuk Berbatas (infloscentia cymosa
atau inflorecentia centrifuga, inflorecentia definite) dibedakan dalam
tiga macam:
- Yang bersifat “ monochasial” . jika ibu tangkai hanya mempunyai satu cabang, ada kalanya lebih (dua cabang ), tetapi tidak pernah berhadapan , dan ada yang satu lebih besar dari yang lainnya. Cabang yang besar selanjutnya seperti ibu tangkai setiap kali hanya mengeluarkan satu cabang saja. Bunga majemuk semacam ini ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan yang berbiji tunggal (Monocotiledoneae). Contoh: kapas (Cossipium sp.)
- Yang bersifat “dichasial” jika dari ibu tangkai keluar dua cabang yang berhadapan, terdapat pada tumbuhan dengan bunga berbibir (Labiatae)
- Yang bersifat “pleiochasial”, jika dari ibu tangkai keluar lebih dari dua cabang pada suatu tempat yang sama tingginya pada ibu tangkai tadi. Contoh: bunga oleander ( Nerium oleander L.)
Pada
beberapa jenis tumbuhan yang tergolong suku Euphorbiaceae,
misalnya kayu merah (Euphrobia pulcherrima Wilid.), patikan (Euphorbia
hirta L.), dll. Terdapat bunga majemuk, dengan susunan yang khas, yaitu;
satu bunga betina dikelilingi oleh lima bunga bercabang seling, masing-masing
terdiri atas empat bunga jantan. Bunga majemuk dengan susunan yang demikian itu
disebut Cyanthium.
- Bunga sekerup (bostryx), ibu tangkai bercabang-cabang, tetapi setiap kali bercabang juga hanya terbentuk satu cabang, yang semuanya terbentuk ke kiri atau ke kanan dan cabang yang satu berturut-turut membentuk sudut 90o, sehingga jika kita mengikuti arah percabangan kita akan mengadakan gerakan seperti sekerup atau spiral, misalnya; bunga kenari (Canarium commune L.),
- Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit, terdapat pada tumbuhan suku Juncaceae.
- Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga becabang seling, semua percabangan terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama panjang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat yang sama tingginya, terdapat antara lain pada tumbuhan suku Iridocea.
Bunga Majemuk Tak Berbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia botryoides atau
inflorecentia centripetal) adalah bun ga majemuk yang ibu tangkainya
dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak,
dan mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat ujung ibu
tangkai), dan bunga-bunga pada bunga majemuk ini mekar berturut-turut dari
bawah ke atas. Jika ujung ibu tangkai tak mendukung suatu bunga, tampaknya
seakan-akan bunga majemuk ini tak berbatas, lagi pula jika dilihat dari atas,
nampak bunga mulai mekar dari pinggir dan yang terakhir mekarnya ialah bunga
yang menutup ibu tangkainya. Karena yang mekar mulai dari pinggir menuju ke
pusat itulah maka bunga majemuk yang bersifat demikian ini danamakan: inflorecentia
centripetala. Bunga majemuk tak berbatas (inflorescentia racemosa,
inflorescentia botryoides atau inflorecentia centripetal) contohnya:
mangga (Mangifera indica L.), bunga kenikir
Bunga
cawan dengan bagian-bagiannya yang lengkap seperti diuraikan di atas terdapat
misalnya pada bunga matahari (Helianthus annus L.), bunga dahlia,
Ibu
tangkai bercabang-cabang, dan cabang-cabangnya dapat bercabang lagi, sehingga
bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya. Dalam golongan ini dapat
disebut:
a. Malai (panicula): Ibu tamgkainya mengdakan percabanga secara
monopodial, demikian pula cabang-cabangnya, sehingga suatu malai dapat
disamakan denga suatu tandan majemuk. Secara heseluruhan seringkali
memperlihatkan bentuk sebagai kerucut atau limas, misalnya; bunga mangga (Mangifera
indica L.), rambutan, langsat
b. Malai
rata (corymbus romosus): Ibu tangkai mengdakan percabangan, demikian pula seterusnya
cabangnya, tetapi cabang- cabang tadi mempunyai sifat demikian rupa sehingga
seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar
atau agak melengkung, contohnya; soka (Ixoro grandiflora),
c. Bunga payung majemuk (umbella composite),
yaitu suatu bunga payung yang tersusum, dapat pula dikatakan sebagai bunga
paying, yang bagian-bagiannya berupa suatu payung kecil (umbellula).
Pada pangkal percabangan yang pertama terdapat daun-daun pembalut (involucrum),
demikian pula pada pangkal percabangan yang berikutnya, hanya daun-daunnya
lebih kecil (involucellum),. Bunga bertingkat atu majemuk terdapat
misalnya pada wortel (Daucus carota),
d. Bunga
tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol, yang ibu
tangkainya becabang-cabang dan masing-masing cabang merupakan bagian denga
susunan sepaerti tongkol pula, terdapat misalnya pada kelapa (Cocos
nucifera) dan palma (Palmae) umumnya. Suatu tongkol majemuk sebelum
mekar biasanya diselubungi oleh seludang yang besar, tebal, dan kuat.
e. Bulir
majemuk, jika ibu tangkai bunga cabang-cabang
dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir,
misalnya bunga jagung (Zea mays L.) yang jantan, dan bunga berbagai
jenis rumput (Gramineae).
Pertanyaan :
1. Perbedaan bunga majemuk
berbatas dan tidak berbatas?
2. Apakah semua daun akan
memiliki bunga tak berbatas atau memiliki kemungkinan berbunga berbatas dan
tidak berbatas?
3. Apa perbedaan bunga bercabang
seling cincinnus dan skematis?
4. Bagaimana cara mengetahui
gamet jantan dan gamet betina. Cara membedakan bagian-bagian bunga berbatas dan
tidak berbatas?
5. Penjelasan kembali bunga sabit
dan bunga kipas?
6. Apakah bunga majemuk gugur
secara bersamaan?
Jawaban :
1. Bunga berbatas memiliki ciri
sebagai berikut : ibu tangkai ditutup bunga, percabangan dari tengah ke
samping, tipe percabangan simpodial.
Bunga tidak berbatas memiliki ciri
sebagai berikut : cabang-cabang dapat bercabang lagi, bunga tumbuh dari bawah
ke atas, ibu tangkai tidak tertutup bunga sehingga dapat tumbuh terus, tipe
percabangan monopodial, bunga tumbuh dari pinggir menuju ibu tangkai.
2. Tidak, semua daun akan memiliki
kemungkinan memiliki bunga berbatas atau bunga tak berbatas.
3. Bunga bercabang seling
(cincinnus) yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya memiliki satu cabang saja
dan ibu tangkainya bercabang lagi selang seling sehingga membentuk seperti
tangga. Sedangkan skematis merupakan bentuk skema atau kerangka saja bukana
termasuk jenis bunga bercabang seling.
5. Bunga sabit merupakan bunga
majemuk yang percabangannya terletak pada satu bidang saja. Ini bisa
dipengaruhi oleh faktor lingkungan, cahaya, angin, dll
Bunga kipas merupakan bunga
majemuk yang percabangannya terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama
panjang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk terdapat pada tempat yang sama
tingginya.
6. Bunga majemuk tidak gugur
bersamaan, ada yang akan menjadi bakal buah kemudian tumbuh menjadi buah. Sedangkan
yang lainnya akan berguguran karena tidak menjadi bakal buah dan berguguran
sesuai dengan jangka umurnya atau oleh faktor lingkungan.